"Ketika suatu hal yang kau agungagungkan, kau percaya, kau jaga, dan
kau perjuangkan telah berkhianat. Masihkah kau percaya padanya? Dan
ketika kau kembali percaya, hanya kemustahilan cinta yang kau dapat.
Begitukah cinta?"
Menjalin suatu hubungan dengan seseorang yang berbeda secara prinsip, pandangan, bahkan kepercayaan, bukanlah suatu hal yang mudah. Adel, seorang cewek biasa yang memiliki hati luar biasa, menjadi salah satu korban 'cinta tapi beda'. Seketika ia berubah menjadi aktris pemenang oscar yang semua tingkah laku nya diincar oleh paparazzi paparazzi kampus yang seakan tak ingin kehilangan satu berita pun tentangnya. Siapa yang tidak mengenalnya. Statusnya sebagai seseorang yang menjalin hubungan dengan orang paling berpengaruh di kampus, Radit, otomatis membuatnya menjadi bahan pembicaraan. Belum lagi status hubungan mereka yang tidak normal. Ya, sesuatu yang tidak normal pasti akan selalu menarik untuk diperhatikan.
Walaupun mereka memiliki hubungan yang tidak biasa, tapi mereka terlihat seperti layaknya pasangan pasangan normal lainnya. Berengan mata-mata dan cibiran lidah-lidah hanya dianggap angin sepoi sepoi yang tak pernah diacuhkan mereka. Mereka bertahan memperjuangkan apa yang mereka rasakan. Tak peduli apa pendapat orang lain, karena cinta yang mereka ciptakan tak akan pernah dimengerti oleh orang lain.
Semua berjalan baik, sampai akhirnya Adel mendapati dirinya sedang dipermainkan. Radit mengkhianatinya. Radit menduakan cintanya. Dan Radit pun meninggalkannya. Untuk mencintai sahabatnya sendiri, Lisa. Adel tau cinta yang ia punya memang bukan cinta yang tepat. Tapi ia tidak terima jika harus mengakhiri dengan hal seperti itu. Ia tak terima dikhianati. Seketika Adel lumpuh. Ia kehabisan tenaga. Ia tak habis pikir dua orang yang ia cintai, dua orang yang selalu ia kagumi, dan dua orang yang ia pikir adalah dua orang paling berharga dalam hidupnya, sanggup berkonspirasi menjatuhkannya. Ia tak menyangka cintanya dirampas oleh sahabat sendiri. Ia hancur. Ia lebur. Inikah cinta? Mengapa harus ada pengkhianatan di dalam cinta? Hati nya beku. Ia tak lagi percaya cinta. Baginya cinta adalah pengkhianatan.
Bulan demi bulan Adel menjalani hidupnya tanpa cinta. Hatinya selalu kosong. Setiap ada kemungkinan kecil ia menciptakan kembali cinta di hatinya, bayangan Radit selalu muncul. Bayangan monster penghancur hati itu selalu muncul. Seakan-akan cinta itu adalah hal yang harus dihindari.
Di dalam kekosongan dan kehampaan hatinya, tiba-tiba cinta kembali menyentuhnya. Bukan satu, tapi dua. Sekaligus dua tangan ingin menariknya dari keterpurukan. Ia berhasil untuk kembali berdiri. Tapi tiba-tiba ia terhenti. Ia bingung. Seketika ia sadar, telapak tangan kanan dan kirinya tidak berada pada genggaman yang sama. Terpampang dua sosok cinta baru didepannya.
Kevin, seorang cowok misterius, yang mulai dari kehadiran pertamanya selalu menarik perhatian Adel. Lelaki yang tiba-tiba datang entah darimana, menyapanya, dan dengan pesonanya berhasil menghipnotis Adel. Mereka tidak pernah terlihat dekat. Tapi Adel sangat tertarik padanya. Ada sesuatu hal didalam diri Kevin yang selalu meyakinkan Adel bahwa Kevin memiliki cinta yang besar kepadanya. Hatinya selalu mengatakan bahwa Kevin adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuknya agar ia kembali mempercayai cinta. Kevin mengetahui semua tentang Adel, membuat Adel semakin yakin dan tertarik padanya. Namun, Kevin tak pernah mengatakan yang sebenarnya kepada Adel. Tak pernah ada kejelasan diantara mereka. Adel kembali ragu. Ia takut kalau apa yang dilakukan Kevin bukanlah cinta. Ia takut kalau ia hanya berharap terlalu banyak.
Dan disaat bersamaan, Yuda, cinta pertama Adel, kembali datang. Status mereka yang sebagai teman membuat mereka selalu menikmati saat-saat bersama. Adel selalu merasa nyaman dengan Yuda. Ia selalu bisa menjadi diri nya sendiri ketika bersama Yuda. Dan begitu juga yang dirasakan Yuda. Tiba-tiba Yuda mengungkapkan perasaannya kepada Adel. Tapi apa yang terjadi tidak sesimpel itu. Saat ini Yuda juga sedang menjalani hubungan tanpa status dengan seseorang. Adel selalu merasa kasihan pada Yuda. Yuda adalah lelaki yang sangat baik, ia pantas mendapatkan cinta dari seseorang yang istimewa. Namun kenyataannya posisi Yuda sedang digantung oleh seseorang. Dan kehadiran Adel seketika membuat Yuda bimbang. Ia merasa sangat nyaman dengan Adel, ia menyukai semua yang ada pada diri Adel, ia mencintainya. Namun, ia juga sudah terlibat hati sedikit dengan orang lain, walaupun dalam hubungan yang tidak jelas,
Adel bingung. Ia terjebak didalam dua pilihan yang ia pun tidak bisa memilih yang mana. Ia ingin bertahan dengan Kevin. Ia menyukai Kevin, ia sangat berharap pada Kevin, namun Kevin tak pernah memberikan kejelasan kepadanya. Ia takut jika Kevin tidak benar-benar menyukainya. Ia takut jika Kevin hanya memberikan harapan palsu padanya. Tapi, ia juga tidak bisa menerima Yuda. Yuda juga sedang terlibat hati dengan orang lain, walaupun tidak berstatus. Tapi Adel yakin perempuan itu pasti mencintai Yuda. Adel tidak ingin menjadi penghancur. Ia tau bagaimana sakitnya ketika orang yang kita cinta dirampas oleh orang lain.
Adel kembali terpuruk. Ia kembali dipermainkan cinta. Ia terlalu takut untuk menunggu ketidakjelasan Kevin dan ia juga terlalu lemah untuk menerima Yuda. Ia bingung. Ia mencintai Kevin, ia rela menunggu Kevin, ia selalu meyakini dirinya bahwa Kevin hanya sedang menunggu waktu yang tepat. Tapi bagaimana jika ia salah? Bagaimana kalau bukan ia yang ada di hati Kevin? Bagaimana jika penantiannya hanya sia-sia dan mendapati diri Kevin pergi darinya?
Ia ingin menerima Yuda. Tapi waktu yang tidak tepat ini membuat ia harus membatalkan niatnya. Ia tak pernah bisa meninggalkan Kevin. Adel menyayangi Yuda. Tapi, tidak dengan kondisi seperti ini. Seandainya saja ia sedang tidak memiliki hati dengan Kevin. dan seandainya Yuda juga tidak sedang dekat dengan orang lain. Mungkin tidak akan sesulit ini.
Adel hanya bisa terdiam bisu. Mengapa ia tak pernah punya kesempatan untuk memutuskan. Mengapa kebahagiaan tak pernah terlihat nyata untuknya. Selalu saja ada hal-hal yang menghancurkannya. Ia tak pernah bisa memilih. Mengapa keputusan tak pernah ada di tangannya? Apakah cinta memang tak nyata untuknya? Apakah ia memang tak pantas untuk dianugerahi cinta? Ia tak pernah menyangka kalau menyaksikan hujan turun dan gulungan ombak-ombak di pantai bisa menjadi sesakit ini.


