Saturday, May 18, 2013

Between Wave and Rain

"Ketika suatu hal yang kau agungagungkan, kau percaya, kau jaga, dan kau perjuangkan telah berkhianat. Masihkah kau percaya padanya? Dan ketika kau kembali percaya, hanya kemustahilan cinta yang kau dapat. Begitukah cinta?"



Menjalin suatu hubungan dengan seseorang yang berbeda secara prinsip, pandangan, bahkan kepercayaan, bukanlah suatu hal yang mudah. Adel, seorang cewek biasa yang memiliki hati luar biasa, menjadi salah satu korban 'cinta tapi beda'. Seketika ia berubah menjadi  aktris pemenang oscar yang semua tingkah laku nya diincar oleh paparazzi paparazzi kampus yang seakan tak ingin kehilangan satu berita pun tentangnya. Siapa yang tidak mengenalnya. Statusnya sebagai seseorang yang menjalin hubungan dengan orang paling berpengaruh di kampus, Radit, otomatis membuatnya menjadi bahan pembicaraan. Belum lagi status hubungan mereka yang tidak normal. Ya, sesuatu yang tidak normal pasti akan selalu menarik untuk diperhatikan. 

Walaupun mereka memiliki hubungan yang tidak biasa, tapi mereka terlihat seperti layaknya pasangan pasangan normal lainnya. Berengan mata-mata dan cibiran lidah-lidah hanya dianggap angin sepoi sepoi yang tak pernah diacuhkan mereka. Mereka bertahan memperjuangkan apa yang mereka rasakan. Tak peduli apa pendapat orang lain, karena cinta yang mereka ciptakan tak akan pernah dimengerti oleh orang lain. 

Semua berjalan baik, sampai akhirnya Adel mendapati dirinya sedang dipermainkan. Radit mengkhianatinya. Radit menduakan cintanya. Dan Radit pun meninggalkannya. Untuk mencintai sahabatnya sendiri, Lisa. Adel tau cinta yang ia punya memang bukan cinta yang tepat. Tapi ia tidak terima jika harus mengakhiri dengan hal seperti itu. Ia tak terima dikhianati. Seketika Adel lumpuh. Ia kehabisan tenaga. Ia tak habis pikir dua orang yang ia cintai, dua orang yang selalu ia kagumi, dan dua orang yang ia pikir adalah dua orang paling berharga dalam hidupnya, sanggup berkonspirasi menjatuhkannya. Ia tak menyangka cintanya dirampas oleh sahabat sendiri. Ia hancur. Ia lebur. Inikah cinta? Mengapa harus ada pengkhianatan di dalam cinta? Hati nya beku. Ia tak lagi percaya cinta. Baginya cinta adalah pengkhianatan. 

Bulan demi bulan Adel menjalani hidupnya tanpa cinta. Hatinya selalu kosong. Setiap ada kemungkinan kecil ia menciptakan kembali cinta di hatinya, bayangan Radit selalu muncul. Bayangan monster penghancur hati itu selalu muncul. Seakan-akan cinta itu adalah hal yang harus dihindari. 

Di dalam kekosongan dan kehampaan hatinya, tiba-tiba cinta kembali menyentuhnya. Bukan satu, tapi dua. Sekaligus dua tangan ingin menariknya dari keterpurukan. Ia berhasil untuk kembali berdiri. Tapi tiba-tiba ia terhenti. Ia bingung. Seketika ia sadar, telapak tangan kanan dan kirinya tidak berada pada genggaman yang sama. Terpampang dua sosok cinta baru didepannya.

Kevin, seorang cowok misterius, yang mulai dari kehadiran pertamanya selalu menarik perhatian Adel. Lelaki yang tiba-tiba datang entah darimana, menyapanya, dan dengan pesonanya berhasil menghipnotis Adel. Mereka tidak pernah terlihat dekat. Tapi Adel sangat tertarik padanya. Ada sesuatu hal didalam diri Kevin yang selalu meyakinkan Adel bahwa Kevin memiliki cinta yang besar kepadanya. Hatinya selalu mengatakan bahwa Kevin adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuknya agar ia kembali mempercayai cinta. Kevin mengetahui semua tentang Adel, membuat Adel semakin yakin dan tertarik padanya. Namun, Kevin tak pernah mengatakan yang sebenarnya kepada Adel. Tak pernah ada kejelasan diantara mereka. Adel kembali ragu. Ia takut kalau apa yang dilakukan Kevin bukanlah cinta. Ia takut kalau ia hanya berharap terlalu banyak. 

Dan disaat bersamaan, Yuda, cinta pertama Adel, kembali datang. Status mereka yang sebagai teman membuat mereka selalu menikmati saat-saat bersama. Adel selalu merasa nyaman dengan Yuda. Ia selalu bisa menjadi diri nya sendiri ketika bersama Yuda. Dan begitu juga yang dirasakan Yuda. Tiba-tiba Yuda mengungkapkan perasaannya kepada Adel. Tapi apa yang terjadi tidak sesimpel itu. Saat ini Yuda juga sedang menjalani hubungan tanpa status dengan seseorang. Adel selalu merasa kasihan pada Yuda. Yuda adalah lelaki yang sangat baik, ia pantas mendapatkan cinta dari seseorang yang istimewa. Namun kenyataannya posisi Yuda sedang digantung oleh seseorang. Dan kehadiran Adel seketika membuat Yuda bimbang. Ia merasa sangat nyaman dengan Adel, ia menyukai semua yang ada pada diri Adel, ia mencintainya. Namun, ia juga sudah terlibat hati sedikit dengan orang lain, walaupun dalam hubungan yang tidak jelas,

Adel bingung. Ia terjebak didalam dua pilihan yang ia pun tidak bisa memilih yang mana. Ia ingin bertahan dengan Kevin. Ia menyukai Kevin, ia sangat berharap pada Kevin, namun Kevin tak pernah memberikan kejelasan kepadanya. Ia takut jika Kevin tidak benar-benar menyukainya. Ia takut jika Kevin hanya memberikan harapan palsu padanya. Tapi, ia juga tidak bisa menerima Yuda. Yuda juga sedang terlibat hati dengan orang lain, walaupun tidak berstatus. Tapi Adel yakin perempuan itu pasti mencintai Yuda. Adel tidak ingin menjadi penghancur. Ia tau bagaimana sakitnya ketika orang yang kita cinta dirampas oleh orang lain. 

Adel kembali terpuruk. Ia kembali dipermainkan cinta. Ia terlalu takut untuk menunggu ketidakjelasan Kevin dan ia juga terlalu lemah untuk menerima Yuda. Ia bingung. Ia mencintai Kevin, ia rela menunggu Kevin, ia selalu meyakini dirinya bahwa Kevin hanya sedang menunggu waktu yang tepat. Tapi bagaimana jika ia salah? Bagaimana kalau bukan ia yang ada di hati Kevin? Bagaimana jika penantiannya hanya sia-sia dan mendapati diri Kevin pergi darinya? 

Ia ingin menerima Yuda. Tapi waktu yang tidak tepat ini membuat ia harus membatalkan niatnya. Ia tak pernah bisa meninggalkan Kevin. Adel menyayangi Yuda. Tapi, tidak dengan kondisi seperti ini. Seandainya saja ia sedang tidak memiliki hati dengan Kevin. dan seandainya Yuda juga tidak sedang dekat dengan orang lain. Mungkin tidak akan sesulit ini.

Adel hanya bisa terdiam bisu. Mengapa ia tak pernah punya kesempatan untuk memutuskan. Mengapa kebahagiaan tak pernah terlihat nyata untuknya. Selalu saja ada hal-hal yang menghancurkannya. Ia tak pernah bisa memilih. Mengapa keputusan tak pernah ada di tangannya? Apakah cinta memang tak nyata untuknya? Apakah ia memang tak pantas untuk dianugerahi cinta? Ia tak pernah menyangka kalau menyaksikan hujan turun dan gulungan ombak-ombak di pantai bisa menjadi sesakit ini.



Enter your email address:

Sunday, May 5, 2013

carta de renĂșncia

NowPlaying : Maroon 5 - Daylight

here I am waiting I'll have to leave  soon
why am I holding on? 
we knew this day would come, we knew it all along 
how did it come so fast?

 
Dear Neptunus,

Hari ini aku kembali berjalan menyusuri tepian pantaimu. Seperti biasa, ku biarkan diriku terbawa angin laut yang sejuk. Aku merasa bahagia disini. Lukisan fatamorgana ini masih tetap jadi pemandangan favoritku. Kau berikan aku semua yang aku inginkan. Kau biarkan aku bermimpi yang indah. Dari awal pertama aku kesini, aku selalu yakin, disinilah tempat ku sebenarnya. Disinilah tempat aku berpulang. Disinilah rumahku.

this is our last night but it's late 
but I'm trying not to sleep
cause I know when I wake
I will have to sleep away


Aku bahagia ketika kau pertama kali menyambut kedatanganku. Aku merasa disinilah aku bisa mewujudkan mimpiku. Disinilah aku bisa menghabiskan seluruh hidupku. Dan aku bersedia, aku menyanggupi, aku selalu melakukan pekerjaan ku dengan semampuku, aku abdikan diriku sebagai agenmu. 


and when the daylight comes I'll have to go
but tonight I'm gonna hold you so close


Namun, hari ini ada yang berbeda. Aku berjalan melangkahkan kaki ku dengan penuh rasa ragu. Aku bingung nus. Aku bahagia disini. Aku ingin selama-lamanya ada disini. Aku masih ingin menikmati angin senjamu. Aku masih ingin berkejar-kejaran dengan ombakmu. Aku selalu bersemangat menunggu surutnya pasang airmu. Aku selalu berusaha bersahabat dengan pasukan-pasukan kecilmu.


cause in the daylight we'll be on our own
but tonight I need to hold you so close
 

Tapi, semakin lama aku semakin sadar. Aku bukan satu-satunya agenmu. Aku tahu, anakmu, kau selalu membela agen kesayanganmu itu. Ku pikir aku bisa bersahabat dengannya. Menikmati semua ini, berbagi kebahagiaan ini, menghabiskan waktu ku ini, bersama-sama denganmu dan anakmu itu. Tapi sepertinya aku salah. Dia tak pernah bisa menerimaku sepenuhnya nus. Dia bersikap baik, aku tahu. Dia sangat manis. Aku sangat menyukainya. Tapi dia tak seperti mu nus. Dari semua gerak-geriknya, aku tahu dia tak pernah senang aku berada disini. Dia terpaksa menerima ku disini. Dia merasa tak enak denganmu nus karena kau lah yang menerima ku disini.



here I am staring at your perfection
in my arms, so beautiful


Aku tak tau nus. Entah sampai kapan aku bisa bertahan dengan kondisi seperti ini. Aku tak mau membuat dia merasa terganggu dengan kehadiranku disini. Aku tak mau jika suatu saat nanti dia akan pergi meninggalkanmu, karena muak dengan semua sikapku. Aku tak mau kau kehilangan agen yang sangat baik seperti dia.


the skies are getting bright, the stars are burning out
somebody slow it down


Mungkin memang waktuku sudah habis disini. Aku tak bisa berlama-lama lagi disini, jika dia terus bersikap seperti itu padaku. Aku mohon padamu nus, kembalikan perahu ku, aku akan pergi nus. Aku akan berlayar sendirian. Aku akan melanjutkan perjalananku yang seharusnya dari dulu aku tahu, bukan disinilah pelabuhanku. Sampaikan salamku pada anakmu. 


this is way too hard
cause I know when the sun comes up 
I will leave 


Aku menyukainya, dari pertama kali aku melabuhkan perahu ku di pasir putihmu. Sampaikan maafku padanya yang sudah berani-berani mengusik kehidupannya yang bebas denganmu. Aku akan pergi untuknya, dan aku akan kembali, kapanpun itu, jika dia memintaku untuk kembali. Sampaikan padanya nus. 


this is my latest glance
that will soon be memory 

Maafkan aku. Yang tak bisa setegar karangmu. Yang tak sehangat butiran pasirmu. Yang tak sehebat anginmu. Terima kasih atas waktu yang singkat ini. 
Maafkan aku nus. Mulai saat ini aku berhenti jadi agen.


and when the daylight comes I'll have to go
but tonight I'm gonna hold you so close
cause in the daylight we'll be on our own
but tonight I need to hold you so close




Enter your email address:



Template Designed by Hendry George | Copyright © 2013 Safrina | Powered by Blogger