Saturday, November 2, 2013

laci-laci misterius


kuperhatikan sekelilingku. ini seperti ruang brangkas. penuh laci laci terkunci. ada ratusan, mungkin ribuan. dan semuanya sama, bentuk dan ukuran. tak ada pembedanya. tanganku mengepal. kurasakan benda kecil keras berada di dalamnya. kubuka perlahan. kunci. kunci berwarna silver. satu kunci untuk laci yang mana? ada ribuan disana. haruskah ku coba untuk membuka laci-laci tersebut dengan kunci ini untuk menemukan laci mana pemilik kunci ini. menghabiskan waktuku saja pikirku. 

ku lihat lagi sekelilingku. benar, hanya ada laci-laci yang tersusun rapi. tak ada pintu atau apapun yang bisa membuatku keluar dari ruangan ini. ah apa apaan ini. mengapa alam sadarku harus memilih tempat seperti ini untuk mematikan malam yang panjang ini. ah, mengapa mimpiku harus serumit ini. tidak menghibur sama sekali. apaan ini. hanya ruangan penuh dengan laci. padahal aku sudah membayangkan bisa melarikan diri dari dunia nyata dan terbangun di pantai putih yang bersih, mendengar angin meneriaki namaku, dan melihat ombak melambai-lambai padaku. selalu seperti ini. seandainya saja aku bisa mengendalikan mimpi. ah, jangankan mimpi, dunia nyata saja tak mau dikendalikan olehmu, teriak batinku.

kembali lagi ke tempatku berpijak sekarang ini. apakah harus aku menyocokkan kunci ini ke laci-laci tersebut satu per satu? yap, tidak ada jalan lain. harus mulai dari yang mana. yang mana sajalah toh semuanya juga sama. tak ada dilabeli nomor atau apapun. hanya laci besi berwarna silver.

aku memulai untuk memilih secara acak laci mana yang akan kubuka duluan. aku berjalan ke sebelah kiri ku, dan kujatuhkan pilihan pada laci yang pas ada di depanku. kumasukkan kunci tersebut ke lubang laci nya dan kuputar ke kiri. klik. bunyi. apa? pilihan pertama dan itu langsung pas. aku tertawa dan merasa bangga pada diriku sendiri. bener bener punya intuisi yang tepat aku ini. 

ku buka laci tersebut. aku menebak-nebak apa yang ada didalamnya. apakah uang, atau makanan, atau peralatan tulis, make-up, aksesoris, pakaian, atau mungkin perhiasan. seketika aku terdiam dan terkejut. kosong. yap, isinya kosong. aku masukkan tanganku ke laci tersebut untuk memeriksa nya dan yang benar saja, tidak ada apa-apa di dalamnya. apalagi maksudnya ini. permainan apa yang sedang ku mainkan ini. 

aku cabut kunci yang tergantung di laci yang sudah kubuka tersebut. aku belum mengerti apa maksud dari semua ini. tanpa pikir panjang, aku masukkan kunci tersebut ke lubang laci yang lain. ku putar dan klik. terbuka. kutarik laci nya dan yang benar saja. kosong lagi. hah. ku ulangi lagi dengan laci-laci yang lain. bisa terbuka dengan kunci yang sama. tapi isinya juga kosong. 

kenapa semuanya kosong. aku merasa seperti di permainkan. masih banyak lagi laci yang belum terbuka, ribuan lagi. aku percaya, pasti ada minimal satu laci yang ada isinya. aku penasaran. aku ingin tahu apa yang akan aku temukan nanti. pasti sesuatu yang istimewa. sepertinya aku memang harus mencoba untuk membuka nya satu-satu. intuisi dan feeling ku tak bekerja disini. berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk menemukannya. 

aku semakin bersemangat untuk menemukannya. sepertinya aku mulai menikmati berada disini. hey, fajar sudah memanggilku. waktunya untuk kembali ke sadar. aku akan kembali lagi besok. aku akan kembali untuk menemukan laci berisi tersebut. aku akan segera menemukan jawaban atas permainan ini. sampai juga besok laci-laci misteriusku. tunggu aku !


Enter your email address:



Template Designed by Hendry George | Copyright © 2013 Safrina | Powered by Blogger