Saturday, March 30, 2013

Hitam atau Putih,
bukan Abu-Abu

Awalnya ini hanya perasaan biasa. Tak berarti apa-apa. Tak pernah terbayang olehku kau datang menyapaku dengan sentuhan ajaibmu. Kau datang tanpa pernah kuminta. Kau hadir bagai bintang jatuh yang tak terduga kedatangannya. Selama ini, kau tak pernah terlihat olehku. Bayanganmu tak pernah senyata ini dahulu. Namun kini kau hadir. Entah siapa yang berani-berani mengirimmu masuk ke hidupku. 

Kau datang dengan segala kesempurnaanmu. Kau sapa aku dengan kata-kata manismu. Apakah kau tahu, secepat itu bayangmu melaju masuk menyilaukan bola mataku, ditangkap oleh retina mataku, kemudian mengirim sinyal-sinyal itu ke otakku, menyerang pembuluh-pembuluh darah di kepalaku. Secepat itu kau menggerogoti pikiranku, menggangu sistem kerja otakku, dan melabuh indah dan nyaman di hatiku.

Bohong jika aku tak tertarik padamu. Kau hadir, mengisi hari ku dengan segala kejutan-kejutanmu yang berhasil mengubahku. Mantra-mantra sihir yang entah darimana kau pelajari itu menjadi sesuatu yang selalu kutunggu hadirnya. Hari demi hari ku lalui, setiap malam ku menanti, kejutan apalagi yang akan kau beri esok hari. Sepertinya aku mulai terbuai dengan semuanya. Sepertinya aku mulai menikmati hidup dalam ketidakjelasan dan ketidakpastian ini.


Seperti ombak, sedetik kau datang menyapa daratanku, membasahi pasir putihku, sedetik kemudian kau menarik dirimu, membawa beberapa serpihan kerikilku, dan sedetik kemudian kau datang lagi menghempaskan dirimu ke aku. Aku tak mau kau seperti itu.

Tak mungkin kau tidak tahu bahwa aku menyukaimu. Tak mungkin kau tak mengerti arti perhatian dan tindakanku. Tak mungkin kau terlalu buta untuk menyadari segala yang aku lakukan untukmu. Aku benci harus jujur soal ini. Aku benci menganggap nyata semua yang semu ini. Aku benci mengartikan lain dari apa yang sebenarnya terjadi.

Berani-beraninya kau membuatku menggenggam angin lagi. Kau biarkan aku mengejar bayangmu yang mungkin sebenarnya tak pernah nyata untukku. Kau permainkan aku dengan tanda-tanda yang selalu menjebakku. Kau seret aku masuk ke dalam putaran abu-abumu dan memaksaku tersesat di dalamnya.

Terlalu sulit untukku mengartikan pasang surut tindakanmu. Aku belum bisa benar-benar memahami maksudmu. Aku bersabar menunggumu untuk menarikku keluar dari segala bentuk keabu-abuan ini. Hitam atau putih, aku serahkan semua kepadamu, anak neptunus.


Enter your email address:

Friday, March 22, 2013

Seperti Menunggu Bis

"Ada yang bilang, cinta itu seperti menunggu bis. Yang datang bukanlah yang selalu kau harapkan. Dan saat yang kau harapkan datang, ada saja yang menghalanginya. Ini terjadi setiap saat."

"Jika cinta seperti menunggu bis, kurasa setiap menit yang berlalu, pantas untuknya. Mungkin bisa bertahun-tahun. Tapi bus ku sudah datang sekarang. Aku akan naik bis ini, dan memulai perjalananku."

"Apakah aku sudah bilang, cinta itu seperti menunggu bis? Itu bukan hanya tentang menunggu. Aku belajar bahwa, saat bismu tiba, kau harus memutuskan untuk naik atau tidak."

"Jika cinta seperti menunggu bis. Kadang, walaupun kita mendapatkan yang tepat, itu tak berarti kita akan mendapatkan perjalanan yang mulus. "

"Aku biasanya takut naik bis. Tapi, mulai sekarang, aku tidak takut. Dan jika bus itu pergi meninggalkanku, aku akan mengejarnya."

 



Beberapa quote di atas adalah kutipan dari sebuah film yang baru-baru ini aku tonton. Judulnya First Kiss. Film Thailand yang bergenre Romantic Comedy ini sukses membuatku terharu. Film ini menceritakan kisah seorang wanita berumur 25 tahun yang bernama Sa dan telah bersumpah untuk tidak jatuh cinta lagi. Tapi takdir berkata lain, ketika dia tak sengaja memberikan ciuman pertamanya kepada seorang anak SMA, Bass, di dalam sebuah bis.

Bass mulai menyukai dan tergila-gila pada Sa. Mereka pun perlahan mulai jatuh cinta. Namun, masalah dimulai saat Ohm, cinta pertama Sa, seseorang yang ia cintai selama ini, muncul kembali. Bukan hanya itu, perbedaan umur yang terlalu jauh diantara Sa dan Bass juga semakin menyulitkan hubungan mereka. Itu membuat Sa ragu untuk melanjutkan hubungannya dengan Bass. Namun, Bass berhasil meyakinkan Sa bahwa umur bukanlah halangan. Selama mereka saling mencintai, mereka akan menghadapi semua nya bersama-sama. Sa pun semakin yakin pada Bass.


Namun, masalah yang lain datang. Sampai tiba suatu saat, Bass harus pergi meninggalkan Sa. Paksaan dari ayah Bass yang ingin Bass untuk melanjutkan studi nya ke luar negeri, membuat mereka harus terpisahkan. Selama 5 tahun Sa berusaha untuk hidup seperti biasa, namun sosok Bass tidak pernah hilang dari pikirannya. Tapi kekuatan cinta diantara mereka, akhirnya mempertemukan mereka lagi. Bass datang kembali. Sa akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya untuk memasangkan dasi kepada Bass setiap pagi. Mereka membuktikan tidak ada yang bisa menghalangi cinta mereka.

Film yang sangat menyentuh, sedih, dan sukses buat galau -_- Walaupun diselingi komedi yang merupakan khas dari film Thai, namun film ini tak kehilangan sisi romantis dan menyentuhnya. Film Drama yang sangat recommended deh !

Ini ada trailernya :


Enter your email address:

Thursday, March 21, 2013

antara lorong-lorong

pernah merasa dilema? bingung? frustasi? bahkan hampir menyerah? dan ingin berhenti. ketika kamu terjatuh, kemudian berhasil bangkit lagi. dan ketika mulai berjalan kamu bingung mau ke arah yang mana.

tersedia banyak pilihan lorong. dan masing-masing lorong memiliki resiko dan ketentuan nya. lorong pertama, lorong yang sejak lama ingin aku masuki. lorong yang sangat indah. berwarna-warni seperti pelangi. tapi dari dulu sampai sekarang, aku hanya bisa menikmati pemandangan di dalamnya dari luar lorong tersebut. tampak jelas sinar-sinar indah yang menerangi lorong tersebut. namun, aku selalu ragu untuk masuk ke dalamnya. ketika menginjakkan langkah pertama untuk masuk, aku selalu merasakan pemilik lorong tersebut seperti tidak suka aku untuk masuk. sebenarnya dia baik dan ramah. tapi kebaikan dan keramahannya seperti bermakna lain. aku takut, aku terlalu dimanjakan dengan indahnya lorong tersebut sehingga aku akan stuck di dalamnya tanpa bisa melihat ujung lorong tersebut. 

lorong kedua, aku juga kenal dengan lorong itu. dan aku juga sebenarnya dekat dengan pemiliknya. dia terlaluuuuu baik. ia melakukan segala cara untuk membuat aku masuk ke lorongnya. tapi ada satu hal yang paling penting, aku tidak bisa masuk ke lorong itu. karena lorong itu sudah pernah dimasuki orang lain. walaupun sekarang sudah kosong, tetap saja tidak bisa. aku merasakan hubungan antara pemilik lorong itu dengan penghuninya yang lama seakan tak bisa dipisahkan. aku tak mau mengganggu cerita itu. cerita indah mereka. walaupun lorong itu sudah tak berpenghuni lagi, tapi tetap saja kisah mereka selalu dikenang di segala penjuru dunia. maafkan aku yang tak bisa masuk ke lorongmu. mungkin aku terlalu naif.

lorong ketiga. lorong yang benar-benar awam buatku. aku baru pertama kali melihat lorong itu. aku tau bagaimana penampakan pemiliknya. sekilas dia orang yang baik. tapi aku jarang bertemu dengannya. ia selalu bersembunyi di dalam lorong itu. tapi, ketika dia muncul. dia selalu melakukan hal-hal yang membuat hatiku senang. tapi, aku masih ragu. aku belum mau menginjakkan kaki ku untuk masuk. aku takut kalau semua kebaikannya palsu. aku takut kalau ini hanya kesenangan sementara. walaupun hatiku merasa itu lorong yang tepat, tapi aku dituntut realistis. bagaimana bisa aku masuk ke lorong yang dari luar saja aku hanya melihat kegelapan. aku tak tahu bagaimana sebenarnya isi di dalamnya. mungkin saja lorong itu tak berujung. dan aku takut tersesat di dalamnya.

apa yang harus ku lakukan. tak ada pilihan lain. aku harus maju. aku tak bisa lagi mundur ke lorong yang lama. bukan karena lorong nya sudah tidak ada. tapi aku sendiri yang mengunci pintu masuknya dan menghancurkan kuncinya. lorong itu tak pernah menjadi tepat bagiku. aku bersyukur aku dipaksa keluar dari lorong itu.

aku berharap, kelak aku akan memasuki lorong yang tepat. aku bertemu pemilik yang tepat. dan aku akan berjalan menelusuri lorong, hingga menemukan ujungnya yang membawaku ke tempat yang selama ini aku impikan. mungkin saat ini aku akan berada di tempat ku berdiri sekarang. menyaksikan keindahan ketiga lorong yang ada. dan bisa saja lorong-lorong lain akan muncul secara ajaib. dan semoga di suatu saat nanti, di waktu yang tepat, aku akan memilih pilihan yang tepat, masuk ke lorong yang tepat, menelusuri lorong ditemani pemilik lorong yang tepat, dan berakhir bahagia di suatu tempat yang merupakan ujung yang tepat. tepat aku impikan dan aku butuhkan.


Enter your email address:

Saturday, March 9, 2013

the Neptune

she's broken. she's been hurt over again. she got lost. she was cheated. she had bad days. she's dying all the time. she cried a lot. she's very sad. she's become numb. she's pretending to be happy. she sucked at love. she forgot how to smile. she's wondered. she's afraid to love and fall again.

she walked away. she tried to forget. she tried to forgive. she tried to live again.

then she went through the sea. she came in to the ship. she's trying to sail it. island to island, coast to coast. she's sailing again and again, but she never had any destination. she's almost giving up. she asked for help. she closed her eyes. she used her radar. 

I could, with my radar, find you

and she opened her eyes. she looked into a couple of beautiful eye. she's shocked. she's so speechless. she's too weak to look into the eyes, but too happy to looked away. she didn't know who it is or who he is. is this what she's looking for? is this her real destination? she wondered, she prayed, she hoped. seems like she's found the god of the sea. 
the Neptune..

Enter your email address:



Template Designed by Hendry George | Copyright © 2013 Safrina | Powered by Blogger