Friday, March 22, 2013

Seperti Menunggu Bis

"Ada yang bilang, cinta itu seperti menunggu bis. Yang datang bukanlah yang selalu kau harapkan. Dan saat yang kau harapkan datang, ada saja yang menghalanginya. Ini terjadi setiap saat."

"Jika cinta seperti menunggu bis, kurasa setiap menit yang berlalu, pantas untuknya. Mungkin bisa bertahun-tahun. Tapi bus ku sudah datang sekarang. Aku akan naik bis ini, dan memulai perjalananku."

"Apakah aku sudah bilang, cinta itu seperti menunggu bis? Itu bukan hanya tentang menunggu. Aku belajar bahwa, saat bismu tiba, kau harus memutuskan untuk naik atau tidak."

"Jika cinta seperti menunggu bis. Kadang, walaupun kita mendapatkan yang tepat, itu tak berarti kita akan mendapatkan perjalanan yang mulus. "

"Aku biasanya takut naik bis. Tapi, mulai sekarang, aku tidak takut. Dan jika bus itu pergi meninggalkanku, aku akan mengejarnya."

 



Beberapa quote di atas adalah kutipan dari sebuah film yang baru-baru ini aku tonton. Judulnya First Kiss. Film Thailand yang bergenre Romantic Comedy ini sukses membuatku terharu. Film ini menceritakan kisah seorang wanita berumur 25 tahun yang bernama Sa dan telah bersumpah untuk tidak jatuh cinta lagi. Tapi takdir berkata lain, ketika dia tak sengaja memberikan ciuman pertamanya kepada seorang anak SMA, Bass, di dalam sebuah bis.

Bass mulai menyukai dan tergila-gila pada Sa. Mereka pun perlahan mulai jatuh cinta. Namun, masalah dimulai saat Ohm, cinta pertama Sa, seseorang yang ia cintai selama ini, muncul kembali. Bukan hanya itu, perbedaan umur yang terlalu jauh diantara Sa dan Bass juga semakin menyulitkan hubungan mereka. Itu membuat Sa ragu untuk melanjutkan hubungannya dengan Bass. Namun, Bass berhasil meyakinkan Sa bahwa umur bukanlah halangan. Selama mereka saling mencintai, mereka akan menghadapi semua nya bersama-sama. Sa pun semakin yakin pada Bass.


Namun, masalah yang lain datang. Sampai tiba suatu saat, Bass harus pergi meninggalkan Sa. Paksaan dari ayah Bass yang ingin Bass untuk melanjutkan studi nya ke luar negeri, membuat mereka harus terpisahkan. Selama 5 tahun Sa berusaha untuk hidup seperti biasa, namun sosok Bass tidak pernah hilang dari pikirannya. Tapi kekuatan cinta diantara mereka, akhirnya mempertemukan mereka lagi. Bass datang kembali. Sa akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya untuk memasangkan dasi kepada Bass setiap pagi. Mereka membuktikan tidak ada yang bisa menghalangi cinta mereka.

Film yang sangat menyentuh, sedih, dan sukses buat galau -_- Walaupun diselingi komedi yang merupakan khas dari film Thai, namun film ini tak kehilangan sisi romantis dan menyentuhnya. Film Drama yang sangat recommended deh !

Ini ada trailernya :


Enter your email address:

0 comments:

Post a Comment



Template Designed by Hendry George | Copyright © 2013 Safrina | Powered by Blogger