pernah merasa dilema? bingung? frustasi? bahkan hampir menyerah? dan ingin berhenti. ketika kamu terjatuh, kemudian berhasil bangkit lagi. dan ketika mulai berjalan kamu bingung mau ke arah yang mana.
tersedia banyak pilihan lorong. dan masing-masing lorong memiliki resiko dan ketentuan nya. lorong pertama, lorong yang sejak lama ingin aku masuki. lorong yang sangat indah. berwarna-warni seperti pelangi. tapi dari dulu sampai sekarang, aku hanya bisa menikmati pemandangan di dalamnya dari luar lorong tersebut. tampak jelas sinar-sinar indah yang menerangi lorong tersebut. namun, aku selalu ragu untuk masuk ke dalamnya. ketika menginjakkan langkah pertama untuk masuk, aku selalu merasakan pemilik lorong tersebut seperti tidak suka aku untuk masuk. sebenarnya dia baik dan ramah. tapi kebaikan dan keramahannya seperti bermakna lain. aku takut, aku terlalu dimanjakan dengan indahnya lorong tersebut sehingga aku akan stuck di dalamnya tanpa bisa melihat ujung lorong tersebut.
lorong kedua, aku juga kenal dengan lorong itu. dan aku juga sebenarnya dekat dengan pemiliknya. dia terlaluuuuu baik. ia melakukan segala cara untuk membuat aku masuk ke lorongnya. tapi ada satu hal yang paling penting, aku tidak bisa masuk ke lorong itu. karena lorong itu sudah pernah dimasuki orang lain. walaupun sekarang sudah kosong, tetap saja tidak bisa. aku merasakan hubungan antara pemilik lorong itu dengan penghuninya yang lama seakan tak bisa dipisahkan. aku tak mau mengganggu cerita itu. cerita indah mereka. walaupun lorong itu sudah tak berpenghuni lagi, tapi tetap saja kisah mereka selalu dikenang di segala penjuru dunia. maafkan aku yang tak bisa masuk ke lorongmu. mungkin aku terlalu naif.
lorong ketiga. lorong yang benar-benar awam buatku. aku baru pertama kali melihat lorong itu. aku tau bagaimana penampakan pemiliknya. sekilas dia orang yang baik. tapi aku jarang bertemu dengannya. ia selalu bersembunyi di dalam lorong itu. tapi, ketika dia muncul. dia selalu melakukan hal-hal yang membuat hatiku senang. tapi, aku masih ragu. aku belum mau menginjakkan kaki ku untuk masuk. aku takut kalau semua kebaikannya palsu. aku takut kalau ini hanya kesenangan sementara. walaupun hatiku merasa itu lorong yang tepat, tapi aku dituntut realistis. bagaimana bisa aku masuk ke lorong yang dari luar saja aku hanya melihat kegelapan. aku tak tahu bagaimana sebenarnya isi di dalamnya. mungkin saja lorong itu tak berujung. dan aku takut tersesat di dalamnya.
apa yang harus ku lakukan. tak ada pilihan lain. aku harus maju. aku tak bisa lagi mundur ke lorong yang lama. bukan karena lorong nya sudah tidak ada. tapi aku sendiri yang mengunci pintu masuknya dan menghancurkan kuncinya. lorong itu tak pernah menjadi tepat bagiku. aku bersyukur aku dipaksa keluar dari lorong itu.
aku berharap, kelak aku akan memasuki lorong yang tepat. aku bertemu pemilik yang tepat. dan aku akan berjalan menelusuri lorong, hingga menemukan ujungnya yang membawaku ke tempat yang selama ini aku impikan. mungkin saat ini aku akan berada di tempat ku berdiri sekarang. menyaksikan keindahan ketiga lorong yang ada. dan bisa saja lorong-lorong lain akan muncul secara ajaib. dan semoga di suatu saat nanti, di waktu yang tepat, aku akan memilih pilihan yang tepat, masuk ke lorong yang tepat, menelusuri lorong ditemani pemilik lorong yang tepat, dan berakhir bahagia di suatu tempat yang merupakan ujung yang tepat. tepat aku impikan dan aku butuhkan.



0 comments:
Post a Comment