Awalnya ini hanya perasaan biasa. Tak berarti apa-apa. Tak pernah terbayang olehku kau datang menyapaku dengan sentuhan ajaibmu. Kau datang tanpa pernah kuminta. Kau hadir bagai bintang jatuh yang tak terduga kedatangannya. Selama ini, kau tak pernah terlihat olehku. Bayanganmu tak pernah senyata ini dahulu. Namun kini kau hadir. Entah siapa yang berani-berani mengirimmu masuk ke hidupku.
Kau datang dengan segala kesempurnaanmu. Kau sapa aku dengan kata-kata manismu. Apakah kau tahu, secepat itu bayangmu melaju masuk menyilaukan bola mataku, ditangkap oleh retina mataku, kemudian mengirim sinyal-sinyal itu ke otakku, menyerang pembuluh-pembuluh darah di kepalaku. Secepat itu kau menggerogoti pikiranku, menggangu sistem kerja otakku, dan melabuh indah dan nyaman di hatiku.
Bohong jika aku tak tertarik padamu. Kau hadir, mengisi hari ku dengan segala kejutan-kejutanmu yang berhasil mengubahku. Mantra-mantra sihir yang entah darimana kau pelajari itu menjadi sesuatu yang selalu kutunggu hadirnya. Hari demi hari ku lalui, setiap malam ku menanti, kejutan apalagi yang akan kau beri esok hari. Sepertinya aku mulai terbuai dengan semuanya. Sepertinya aku mulai menikmati hidup dalam ketidakjelasan dan ketidakpastian ini.
Seperti ombak, sedetik kau datang menyapa daratanku, membasahi pasir putihku, sedetik kemudian kau menarik dirimu, membawa beberapa serpihan kerikilku, dan sedetik kemudian kau datang lagi menghempaskan dirimu ke aku. Aku tak mau kau seperti itu.
Tak mungkin kau tidak tahu bahwa aku menyukaimu. Tak mungkin kau tak mengerti arti perhatian dan tindakanku. Tak mungkin kau terlalu buta untuk menyadari segala yang aku lakukan untukmu. Aku benci harus jujur soal ini. Aku benci menganggap nyata semua yang semu ini. Aku benci mengartikan lain dari apa yang sebenarnya terjadi.
Berani-beraninya kau membuatku menggenggam angin lagi. Kau biarkan aku mengejar bayangmu yang mungkin sebenarnya tak pernah nyata untukku. Kau permainkan aku dengan tanda-tanda yang selalu menjebakku. Kau seret aku masuk ke dalam putaran abu-abumu dan memaksaku tersesat di dalamnya.
Terlalu sulit untukku mengartikan pasang surut tindakanmu. Aku belum bisa benar-benar memahami maksudmu. Aku bersabar menunggumu untuk menarikku keluar dari segala bentuk
keabu-abuan ini. Hitam atau putih, aku serahkan semua kepadamu, anak neptunus.



0 comments:
Post a Comment